INILAH.COM, Jakarta – Tunggal putra bulutangkis Indonesia Taufik Hidayat tidak berencana melanjutkan karir sebagai pelatih setelah gantung raket nantinya. Ia juga belum menyerah berusaha meraih gelar lagi.
Taufik berkali-kali menegaskan keinginannya agar generasi muda bulutangkis Indonesia segera meneruskan langkahnya. Juara Olimpiade 2004 tersebut mengaku sudah kehilangan motivasi, meski belum berniat gantung raket.
“Memang bosan ya, tetapi saya belum mau menyerah. Saya masih ingin terus berusaha menemukan kembali performa saya seperti sebelum-sebelumnya. Nanti kalau memang saya sudah benar-benar tidak mampu baru saya akan berhenti,” ujarnya usai dikalahkan Peter Gade pada perempatfinal Indonesia Open di Istora Senayan Jakarta, Jumat (24/6/11).
“Saat ini saya masih akan bermain di US Open dan Kanada. Saya mau tetap ikut untuk mengumpulkan poin ke kualfikasi Olimpiade di London,” lanjutnya.
Ditanya mengenai rencananya usai pensiun nanti, Taufik mengaku belum punya rencana. Namun yang pasti untuk saat ini ia tak berminat menjadi pelatih.
“Tidak ada rencana (jadi pelatih). Untuk saat ini tidak ada rencana karena saya tak punya dasarnya. Tetapi kalau lima atau sepuluh tahun ke depan saya tidak tahu,” ungkapnya.
“Menjadi pelatih itu tidak mudah. Tidak seperti jika hanya melihat saja, dimana orang-orang bisa berkomentar dengan mudah. Tetapi coba dijalani, itu pasti sulit,” Taufik melanjutkan.
Namun untuk rencana jangka panjang, meski tak menjadi pelatih, Taufik ingin berkecimpung dalam pembinaan bulu tangkis usia muda.
“Nanti akan saya mulai setelah saya punya lapangan sendiri. Karena memang itu rencana saya saat ini,” pungkasnya.
0 komentar:
Poskan Komentar